Konflik Natuna dan Solusinya

0
155
Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin dan Ceo Teknocorp Grup Darwis Ismail (dok: Klanews.id)

Jakarta, Klanews.id – Kejadian pelanggaran kapal nelayan China yang dikawal kapal pengawas pantai (Coast Guard) China menerobos Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna membuat sejumlah pihak seperti kebakaran melakukan protes.

Bahkan, TNI dan pasukannya juga sempat ikut terpancing. Walaupun akhirnya Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja di Natuna untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mempertegas perairan Natuna adalah wilayah NKRI dan tidak akan mundur sejengkalpun jika ada pihak asing yang mencoba melanggarnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-UNHAS), Darwis Ismail kepada klanews.id menyampaikan kejadian tersebut terjadi akibat dampak dari kebijakan yang kurang memanfaatkan potensi laut Indonesia di ZEE yang memiliki potensi perikanan tangkap yang besar.

Baca Juga : Jokowi : Dari Dulu Sampai Sekarang Natuna Wilayah NKRI

“Hal ini yang dianggap ada kekosongan oleh pihak asing,” jelas Darwis saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/1/2020). 

Darwis mengusulkan agar Jokowi untuk memberikan perintah kepada PT PAL Indonesia sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri galangan kapal untuk memproduksi kapal ikan dengan tonase besar.

“Sekitar 500 sampai 1000 GT untuk dioperasikan di perairan ZEE seperti diperairan Natuna yang kaya akan hasil lautnya,” harap Darwis.

Baca Juga : Tangkap Tiga Kapal Pencuri Ikan, Menteri KKP Beri Apresiasi Tiga Aparat PSDKP

Tentunya menurut Darwis kapal-kapal tersebut dikelola oleh BUMN Perikanan dan menjadi mother vessel di perairan tersebut. Selain menangkap ikan mereka juga membeli ikan tangkapan nelayan lokal.

“Coba bayangkan jika kita punya ratusan kapal seperti itu, tentu masalah kebutuhan ikan industri pengelolahan perikanan Indonesia akan tertutupi. Bahkan akan mampu memenuhi pasar ekspor hasil laut di pasar internasional,” ungkap Darwis.

Sekertaris Dewan Pakar Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) itu menambahkan bahwa konflik Natuna harusnya dipandang positif. Dengan adanya peristiwa tersebut kita bisa sadar di bahwa laut ZEE ada sumber kekayaan alam yang sangat luar biasa.

Baca Juga : Tinjau Dua KRI di Selat Lampa, Presiden: Indonesia Miliki Hak Berdaulat di ZEE

“Harusnya menyadarkan kita semua bahwa kedaulatan juga akan terjaga jika mampu memanfaatkannya dan merawatnya. Tentu dengan cara mengisi perairan tersebut dengan aktifitas nelayan dan kapal-kapal tangkap Indonesia yang memiliki teknologi canggih,” jelasnya.

Darwis pun berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan dibawah nahkoda Edhy Prabowo Kementerian BUMN bersinergi bahu-membahu untuk mewujudkan program tersebut dan tentunya akan mendapat dukungan rakyat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here