Edhy Prabowo Resmikan Balai Riset Perikanan Perairan Darat se-Asia Tenggara

0
29
Menteri Edhy Resmikan Balai Riset Perikanan Perairan Darat se-Asia Tenggara di Sumsel

Palembang, Klanews.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo hari ini meresmikan Balai Riset Perikanan Perairan Umum Daratan atau The Southeast Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC) – Fishery Resources Development and Management Department (IFRDMD/BRPPUPP) di Palembang, Sumatera Selatan.

Ini adalah satu-satunya balai riset perikanan perairan darat di Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Edhy berpesan agar kajian-kajian di balai riset ini bisa ditransfer dengan baik ke masyarakat. Yang tujuan akhirnya tentu masyarakat, di Sumatera Selatan khususnya, memperoleh pengetahuan yang luas di bidang budidaya perikanan, terutama perairan umum darat.

“Peran Seafdec ini penting untuk mempererat kerja sama kita dengan negara-negara di Asia Tenggara. Walaupun demikian tidak ada gunanya bangunannya mewah, besar, megah tapi hanya lambang. Ilmunya harus bisa ditransfer ke masyakarat,” ujar Senin (27/1/2020).

Baca Juga : Indo-Pacific World Economic Forum Akan Dilaksanakan di Jakarta

Dengan adanya Seafdec ini, Menteri Edhy juga berharap bisa terbangun citra Sumatera Selatan sebagai sentra penghasil ikan air tawar di Indonesia, maupun di Asia Tenggara.

“Ikan tembakang digulai pindang; Lemak makannya disertai lalapan; Kan dek Sumsel maju berkembang; Ayo kita jaga perairan umum dan daratan,” kata Menteri Edhy menutupnya dengan pantun.

Sebelum membuka dan memberi sambutan, Menteri Edhy juga sempat melakukan penebaran benih ikan ke sungai yang terletak di belakang kantor BRPPUPP. Ikan yang ditebar adalah ikan nilem (Osteochilus hasselti) sebanyak 5000 ekor benih dan 2100 ekor benih ikan tembakang (Helostoma temminckii).

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, menjelaskan bahwa SEAFDEC-IFRDMD/BRPPUPP memiliki 3 fungsi utama, yakni mempersiapkan kajian stok ikan beserta wilayah pengelolaannya; konservasi wilayah perairan sebagai plasma nutfah; dan pengembangan Fish Passage / Fish Way di Indonesia.

Baca Juga : Tingkatkan Produktivitas, KKP Fokus Garap Sektor Budidaya Perikanan

“SEAFDEC-IFRDMD/BRPPUPP juga berperan menciptakan output unggulan di pengelolaan perikanan perairan umum daratan, karenanya kami menciptakan sejumlah inovasi agar dapat memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Sjarief.

Inovasi pertama yakni aplikasi DACOFA (Data Collection for Fishery Activities). Aplikasi yang dikembangkan oleh SEAFDEC-IFRDMD/BRPPUPP ini memungkinkan para enumerator melakukan input data secara cepat dan efisien.

Output lainnya adalah aplikasi BATAS (Barrier Tracking System) yang diciptakan melalui kolaborasi riset antara BRPPUPP dan P2I LIPI. BATAS merupakan aplikasi untuk mengidentifikasi dan memetakan hambatan (barrier) yang ada di sungai Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here