Ekspor Udang Nasional Ditarget Naik 250% Tahun 2024

0
59
(dok: istimewa)

Jakarta, Klanews.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan ekspor udang sebesar 250% hingga tahun 2024. Oleh karena itu, KKP telah menyiapkan strategi untuk mendongkrak produktivitas budidaya udang di berbagai daerah.

Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas udang adalah dengan mengembangkan percontohan model tambak budidaya udang berkelanjutan.

“Model pengembangan kawasan tambak budidaya udang berkelanjutan telah mampu menggenjot produktivitas udang secara signifikan. Jadi, sebenarnya dengan model teknologi seperti ini, target peningkatan 250% dalam lima tahun ke depan yang ditetapkan Presiden Jokowi sangat realistis”, ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulis, Kamis (13/2).

Slamet menilai model kawasan dinilai efektif untuk menjamin sistem produksi bisa berjalan terintegrasi. Mulai dari penataan tata letak, penyediaan benih bermutu, manajemen pakan, dan pengendalian penyakit dan lingkungannya.

Lihat juga: Greenpeace Indonesia Dorong Terbentuknya Perjanjian Laut Internasional

Menurut Slamet, melalui model ini produktivitas bisa digenjot hingga 5-10 ton per hektare.

Setahun ini KKP akan petakan kebutuhan lahan, infrastruktur dan sarana prasarana. Nanti baru kita lakukan realisasi, tentu dengan menggandeng seluruh stakeholder termasuk menarik investor masuk.

“Sejumlah perusahaan swasta nasional tertarik dengan bisnis budidaya udang setelah sebelumnya mereka berhasil mengadopsi model pendekatan kawasan budidaya udang berkelanjutan dengan hasil optimal,” sambung Slamet.

KKP gencar melakukan diseminasi atau percontohan model tersebut di berbagai daerah potensial salah satunya di Pasangkayu, Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Lihat juga: KKP Gandeng Bank dan Asuransi BUMN untuk Program Pemberdayaan Nelayan

Menurut Slamet, tahun 2018 tercatat kontribusi ekspor udang Indonesia mencapai hampir 40% dari total nilai ekspor total produk perikanan nasional atau mencapai US$1,3 miliar . Dengan menggenjot produktivitas budidaya diharapkan nilai produksi dapat naik hingga mencapai US$ 3,25 miliar.

Senada dengan Slamet, Presiden Direktur PT. Manakara Sakti Abadi, Rudy Hartanto Wibowo, salah satu investor udang di Pasangkayu, menyatakan target 250% ekspor udang adalah realistis.

Rudy sangat optimis target tersebut pasti bisa tercapai. Menurutnya, kuncinya pada keseriusan semua stakeholder terkait.

“Pemilik modal saya rasa untuk mulai tidak ragu berinvestasi dalam bisnis ini. Saya merasa, bisnis ini menjanjikan karena teknologi tersedia, SDM ada, dan infrastruktur mulai dibenahi,” tambahnya.

Lihat juga: Jokowi Serukan Penanaman Mangrove Demi Antisipasi Bencana Tsunami

Sebagai informasi model kawasan budidaya udang berkelanjutan yang dikembangkan di Pasangkayu seluas 45 hektare, dengan perkiraan produksi udang yang dihasilkan per siklus mencapai 12-14 ton per kolam.

Model kawasan tambak budidaya udang berkelanjutan merupakan model percontohan yang dikenalkan Ditjen Perikanan Budidaya KKP dengan mendorong pengelolaan yang terintegrasi dan ramah lingkungan.

Model ini juga dinilai efektif untuk mengendalikan penyebaran hama dan penyakit udang karena berada dalam satu manajemen dan biosecurity yang ketat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here