Ingin Perluas Landasan Kontinen di Utara Papua, Indonesia Minta Persetujuan PBB

0
43
(dok: istimewa)

Jakarta, Klanews.id – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan memimpin rakor yang membahas dua isu kemaritiman nasional, Jumat (28/2/2020).

Persiapan presentasi Indonesia sebelum mengajukan landas kontinen Indonesia di luar 200 mil laut di segmen utara Papua, Persiapan Indonesia menghadapi perundingan pembentukan hukum internasional, yang mengatur pengelolaan sumber daya genetik di laut internasional (di luar yurisdiksi negara).

Sesuai dengan hukum laut internasional (United Nations Convention on the Law of the Sea / UNCLOS 1982), negara pantai, termasuk Indonesia, bila tidak berbatasan dengan negara lain, berhak untuk menetapkan batas terluar landas kontinennya melebihi 200 mil laut.

Namun hal tersebut harus dibuktikan secara ilmiah dan disetujui Komisi Batas Landas Kontinen Perserikatan Bangsa-Bangsa (the United Nations Commission on the Limit of the Continental Shelf / UN CLCS).

Pada 11 April 2019, Pemerintah Indonesia telah menyampaikan submisi klaimnya untuk segmen utara Papua. Dengan submisi tersebut, Indonesia berpotensi untuk mendapatkan tambahan luas landas kontinen kurang lebih 196.568,9 kilometer persegi (lebih luas dari Pulau Sulawesi).

Pada tanggal 4 Maret 2020 mendatang, Tim Nasional yang berada di bawah koordinasi Kemenko Marves, sebagai wakil Pemerintah RI, akan mempresentasikan submisi Indonesia di hadapan sidang Komisi Batas Landas Kontinen PBB.

Tim Nasional Indonesia ini terdiri dari perwakilan Kementerian Lembaga terkait, yaitu: Kementerian Luar Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Informasi Geospasial, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi, dan Pushidros TNI AL.

Area yang disubmisikan oleh Indonesia tersebut akan tumpang tindih dengan submisi yang disampaikan oleh beberapa negara tetangga, yaitu Palau, Papua Nugini, dan Federasi Mikronesia.

Jika submisi Indonesia dan ketiga negara tersebut disetujui Komisi Batas Landas Kontinen PBB, maka negara-negara terkait akan duduk bersama untuk menentukan batas-batasnya.

Artinya, Indonesia akan memiliki tambahan 1 negara tetangga yang berbatasan langsung, yaitu Federasi Mikronesia (sebelumnya Indonesia berbatasan langsung dengan 10 negara, yaitu India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia, dan Timor Leste).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here