Green Ramadhan untuk Menjaga Laut Lebih Sehat

0
36
Diskusi Online Green Ramadhan untuk Menjaga Laut Lebih Sehat

Makassar, Klanews.id – Memperingati Hari Bumi 2020 bertepatan dengan persiapan menyambut bulan Ramadhan, Yayasan Econusa, Pandu Laut Nusantara dan Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia mengkritisi permasalahan pengendalian sampah plastik di Makassar.

Sebagai wilayah pesisir, sampah plastik di Makassar memiliki potensi untuk mencemari pantai dan laut. Kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai masih belum terlaksana dengan baik, sehingga sampah plastik menjadi permasalahan di Kota Makassar dan juga di laut Indonesia.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi online Green Ramadhan : Untuk Menjaga Laut Lebih Sehat yang diselenggarakan, Rabu (22/4/2020) malam.

Narasumber yang memberikan pemaparan adalah H.A Iskandar, S.E., M.M, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Lita Hendratno, Finalis Miss Scuba Indonesia 2017, Nirwan Dessibali, Direktur YKL Indonesia dan dimoderatori Ainul Qalbi Mutmainah, Ketua Komunitas Zero Waste Makassar.

Pada bulan Maret 2020 lalu, Yayasan Econusa, Pandu Laut Nusantara dan YKL Indonesia mengadakan Aksi Bersih Pantai dan mengumpulkan sekitar 1,4 ton sampah yang didominasi oleh sampah plastik.

Namun dengan kondisi COVID-19, aksi serupa tidak bisa diadakan untuk sementara waktu, sehingga dibutuhkan aksi-aksi lain untuk mengurangi sampah plastik. Seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama masa karantina di rumah masing-masing.

Dalam diskusi online tersebut H.A. Iskandar, S.E., M.M membahas tentang kebijakan pengelolaan sampah di Kota Makassar. Lalu dilanjutkan oleh Lita Hendratno yang juga merupakan influencer dalam pelestarian ekosistem laut dengan memaparkan diskusi menarik sekitar gaya hidup ramah lingkungan selama masa Ramadhan.

Kemudian rangkaian diskusi panel diakhiri dengan presentasi dari Nirwan Dessibali yang membahas tentang ancaman sampah terhadap ekosistem laut dan implikasinya dari sisi sosial ekonomi terhadap masyarakat Kota Makassar.

Diskusi online ini ingin mengingatkan pentingnya usaha bersama untuk mengatasi permasalah sampah di Makassar. Diharapkan dapat menggerakkan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai di Makassar.

Sehingga dapat mengurangi volume sampah plastik yang ada di Makassar, sekaligus mengurangi sampah plastik yang ada di pantai dan laut. Melalui diskusi ini juga ingin menumbuhkan kesadaran dan menggerakkan generasi muda di kota Makassar untuk dapat berperan aktif mengurangi sampah plastik dengan gaya hidup bebas plastik.

Dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalah sampah plastik, dan yang terpenting dapat menjaga laut Indonesia tetap sehat tanpa plastik. Tentunya mari sambut Ramadhan tanpa plastik sekali pakai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here