Jakarta, Klanews.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali harus menelan pahit akibat pengurangan anggaran imbas dari penanganan wabah virus Corona (Covid-19). KKP harus menghemat anggarannya hingga mencapai Rp 1,8 triliun, sehingga anggaran tahun ini hanya tersisa pagu Rp 4,6 triliun.

“Total penghematan anggaran KKP sejauh ini sebesar Rp 1,84 triliun lebih. Pagu yang semula Rp 6,4 triliun menjadi Rp 4,6 triliun,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo dalam rapat kerja lanjutan dengan Komisi IV DPR RI melalui konferensi virtual di Jakarta, Rabu (22/4).

Akibat adanya perubahan anggaran, pagu di setiap eselon I KKP juga ikut mengalami perubahan, termasuk dana realokasi untuk percepatan pemulihan ekonomi imbas pandemi Covid-19 di sektor perikanan dan kelautan. Dana realokasi sebelumnya Rp 438 miliar kini menjadi Rp 362 miliar.

Lihat juga: KKP Berikan Berbagai Kemudahan Bagi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

“Secara prinsip penghematan anggaran ini karena kebutuhan negara yang sangat mendesak saat ini,” kata Edhy.

Melalui anggaran yang tersedia, Edhy menjamin bahwa KKP tetap bekerja maksimal untuk meningkatkan pengembangan perikanan budidaya, pengawasan kekayaan laut Indonesia serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kelautan.

“Sebagai informasi kepada bapak/ibu, kapal pengawas kembali menangkap pelaku illegal fishing berbendara Vietnam, Senin kemarin. Hari ini, ada penangkapan kapal illegal fishing lagi, kami sedang mendata lebih lanjut,” ujar Edhy.

Lihat juga: Ayo Daftar Kartu Pra Kerja Biar Dapat Rp 3,5 Juta

Mengenai perubahan pagu anggaran KKP tahun 2020 yang dipaparkan oleh MKP Edhy, peserta rapat sepakat menerimanya dan mendorong pemerintah meningkatkan anggaran KKP di tahun berikutnya demi terciptanya percepatan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan.

“Komisi IV juga meminta KKP segera melaksanakan program strategis dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi imbas pandemi Covid-19. Sehingga hasilnya dapat segera dirasakan oleh pelaku utama sektor perikanan seperti nelayan, pembudidaya, petambak garam, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan,” ujar pimpinan sidang Dedi Mulyadi membacakan kesimpulan rapat kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here