KKP Kembali Terbitkan Aturan Penangkapan Benih Lobster Bening

0
75
Benih Lobster Bening (dok: istimewa)

Jakarta, Klanews.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mengeluarkan keputusan dan menetapkan kuota maksimal penangkapan benih lobster bening sebesar 139.475.000 ekor. Kuota itu berlaku kumulatif di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).

Kuota penangkapan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Nomor 51/KEP-DJPT/2020. “Mulai berlaku 15 Mei,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Agung Tri Prasetyo, Kamis, 28 Mei 2020 di Jakarta.

Rincian kuota untuk tiap WPP yaitu, daerah WPP Selat Malaka dan Laut Andaman sebesar 8,7 juta ekor. Kemudian, Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan Selat Sunda memperoleh kuota paling besar, yakni 18,5 juta ekor.

WPP Samudra Hindia sebelah selatan Jawa hingga sebelah selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut Timor bagian barat memperoleh kuota 12,1 juta ekor. Sedangkan WPP perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Cina Selatan sebesar 17,7 juta ekor.

Lihat juga: KKP Berhasil Menggagalkan Usaha Penyelundupan 19.937 Benih Lobster ke Malaysia

Kemudian, WPP Selat Makassar, Teluk Bone,  dan Laut Banda sebesar 9,05 juta ekor, Laut Jawa memperoleh kuota 12,3 juta ekor. Selanjutnya, WPP Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, dan Teluk Berau sebesar 10,5 juta ekor.

Sedangkan WPP Teluk Cendrawasih dan Samudra Pasifik memperoleh kuota 13,05 juta ekor, dan WPP Laut Sulawesi dan sebelah utara Pulau Halmahera mendapatkan kuota 11,1 juta ekor. Laut Aru, Laut Arafura, dan Laut Timor bagian timur mendapatkan kuota 14,8 juta ekor.

Penetapan kuota benih lobster yang dituangkan dalam SK Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Nomor 48/KEP-DJPT/2020, telah melibatkan berbagai kalangan dan kelompok. Diantaranya, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Dirjen Perikanan Tangkap, akademisi, peneliti, dan pejabat fungsional.

Lihat juga: Kemeterian Kelautan dan Perikanan Tingkatkan Kesejahteraan Awak Kapal Pengawas

Sementara itu, syarat untuk bisa menangkap benih lobster bening harus memenuhi beberapa kriteria. Diantaranya, Nelayan kecil yang memiliki atau tidak memiliki kapal penangkap ikan dan jika memiliki kapal, kapal itu harus berukuran kurang dari 5 GT.

Selain itu, nelayan juga harus berdomisili di lokasi penangkapan atau WPP. Alat tangkap yang digunakan juga harus ramah lingkungan, kemudian terdaftar di e-lobster sebagai nelayan penangkap benih lobster bening, terakhir harus menjadi anggota kelompok usaha penangkap benih lobster bening serta memiliki surat rekomendasi dari dinas provinsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here