Darwis Ismail: Duka Luwu Utara Duka Kami Juga

0
25
dok: istimewa

Jakarta, Klanews.id – Banjir Bandang yang telah memporak porandakan Luwu Utara khususnya di Kecamatan Masamba telah merenggut puluhan korban jiwa dan ratusan rumah rusak parah.

Musibah ini telah menyadarkan kita betapa bahayanya jika hutan disekitar kita tidak dijaga kelestariannya.

“Luwu secara keseluruhan mulai dari Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara hingga Luwu Timur memiliki struktur tanah yang gembur dan subur, jika hutannya dibabat misalnya untuk perkebunan, kebun rakyat atau tambang maka lapisan tanahnya akan sangat labil jika tiba musim hujan,” kata Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA UH) Darwis Ismail melalui pesan singkat, Jakarta, Senin, (20/7).

Jika sudah musim hujan maka potensi tanah longsor dan banjir sangat memungkinkan.
Saat ini kita semua berduka dengan banyaknya korban jiwa dan ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Air mata Luwu Utara adalah air mata kita semua, oleh karena itu saya mengajak semua pihak yang ada di Sulawesi Selatan untuk saling membantu saudara kita yang menjadi korban bencana banjir bandang di Masamba,” himbau Darwis.

Lanjut Darwis, sekecil apapun uluran tangan kita akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang ada di Masamba. Bantuan yang sangat dibutuhkan saat ini seperti makanan pokok, selimut atau sarung, susu bayi, obat-obatan dan tenda.

“Kami juga ingatkan semua pihak untuk berhentilah membabat hutan agar kejadian serupa tidak terulang dan kepada Polda Sul-Sel kami minta agar mengusut kejahatan lingkungan ini dan harus ada yang bertanggung jawab agar menjadi efek jera buat semuanya dan menjadi pembelajaran,” tutup Darwis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here