Edukasi Teknologi Geospasial Secara Partisipatif Pada Level Desa

0
48
Sosialisasi dan edukasi teknologi spasial oleh team LPPM UNHAS (Dr. Nurjannah Nurdin dan Dwi Inaku Fajrioati, S.Kel, M.Si) di Kantor Camat Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang (Oktober 2020) yang dikuti oleh Camat Mattiro Sompe beserta seluruh kepala desa dan lurahnya (dok: Klanews.id)

Jakarta, Klanews.id – Kegiatan pembangunan Database Digital Partisipatif Potensi Desa Berbasis Teknologi telah dilaksankan di Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang oleh Puslitbang Laut, Pesisir dan Pulau Pulau Kecil, LPPM UNHAS yang diketuai oleh Dr. Nurjannah Nurdin, bersama Dr. Abd. Rahman Rasyid dan Dwi Inaku Fahriati, S.Kel, M.Si.

Kegiatan Geospasial ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan kepada masyarakat khususnya aparat kelurahan tentang database digital berbasis spasial yang berstandarisasi.

Untuk menggalang partisipasi masyarakat dalam pemetaan di desa, Badan Informasi Geospasial (BIG) telah mengeluarkan pedoman penyusunan peta desa dan mengenalkan metode kartometrik.

Lihat juga: MKP Dorong Inovasi Teknologi Radar untuk Identifikasi Sampah Laut

Oleh karena itu, desa dapat melakukan pemetaan tematik secara mandiri sesuai dengan standar yang dikeluarkan BIG. Namun, hal ini menjadi tidak mudah karena keterbatasan sumber daya manusia di desa.

Mengacu pada fakta ini maka LPPM UNHAS  melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada salah satu desa/kelurahan  di Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang yakni Kelurahan Langnga.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah memberikan pengenalan dan pelatihan kepada masyarakat terutama aparat pemerintah dan masyarakat setempat tentang pembuatan peta desa sehingga nantinya tersusun peta desa/kelurahan  beserta potensinya yang dapat dijadikan acuan dalam merencanakan pembangunan pada tingkat desa/kelurahan.

Lihat juga: Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Mendorong UNHAS Mencetak SDM Unggul, Kreatif, dan Inovatif

Peta desa sebagai salah satu bentuk data dan informasi geospasial, menjadi salah satu instrumen penting dalam merencanakan pembangunan daerah. Dengan adanya informasi geospasial tersebut, pembangunan di desa menjadi lebih terarah dan terjadi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here